Kegiatan ini merupakan wujud perhatian dan pelayanan rohani Gereja Katolik Paroki St. Petrus dan Paulus Rembang kepada para Lansia, khususnya mereka yang sedang sakit, dalam menyambut Hari Raya Paskah tahun 2025.
Penyelenggara:
- Pastor Paroki RD Siprianus Yitno
- Pastur Rekan Paroki St. Petrus dan Paulus Rembang
- Ketua Lingkungan setempat
- Para Legioner (anggota Legio Maria)
- Umat lingkungan sekitar
Tujuan Kegiatan:
- Memberikan dukungan spiritual dan penghiburan bagi para Lansia yang sakit.
- Mendoakan kesembuhan dan kekuatan bagi mereka dalam menghadapi masa sulit.
- Memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit sebagai tanda kehadiran dan rahmat Allah.
- Membangun tali persaudaraan dan kepedulian antarumat dalam lingkungan.
- Mempersiapkan diri secara rohani menyambut Paskah dengan berbagi kasih dan perhatian kepada sesama, khususnya yang membutuhkan.
Pelaksanaan:
Kegiatan ini melibatkan kunjungan ke rumah-rumah para Lansia yang sakit di berbagai lingkungan dalam wilayah Paroki St. Petrus dan Paulus Rembang. Dalam kunjungan tersebut, Pastor Paroki atau Pastur Rekan akan memimpin doa bersama, memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit (jika memungkinkan dan diperlukan), serta memberikan berkat. Para Legioner, ketua lingkungan, dan umat sekitar turut hadir untuk memberikan dukungan moral, menemani, dan menunjukkan solidaritas kepada para Lansia dan keluarga mereka.
Makna Menjelang Paskah:
Kegiatan ini memiliki makna yang mendalam dalam konteks persiapan Paskah. Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus yang membawa harapan dan kesembuhan bagi umat manusia. Melalui kunjungan dan pelayanan ini, Gereja ingin menghadirkan Kristus yang bangkit dan menyembuhkan di tengah-tengah umatnya, terutama bagi mereka yang sedang menderita sakit dan lanjut usia. Tindakan kasih dan perhatian ini menjadi bagian penting dalam menghayati semangat Paskah yang penuh dengan pengorbanan, kasih, dan harapan baru.
Kegiatan kunjungan doa dan pengurapan orang sakit ini menjadi contoh nyata bagaimana Gereja hadir dan melayani umatnya, khususnya para Lansia, dalam aspek rohani dan kemanusiaan, terlebih dalam momen penting menjelang perayaan iman seperti Paskah






















